Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)
Mengambil keputusan bukan merupakan langkah akhir melainkan suatu langkah awal atau permulaan untuk memulai atau mengakhiri sesuatu. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, biasanya ada hal yang dikorbankan, misalnya ketika kita harus memilih untuk fokus bekerja, maka waktu istirahat, waktu bersama teman dan keluarga, serta waktu-waktu lainnya harus ada yang dikorbankan agar mempunyai waktu bekerja atau ketika kita memutuskan untuk keluar dari pekerjaan, maka mengorbankan kestabilan kerja atau gaji.
Ketika sudah mengambil suatu keputusan, perasaan
dan sikap setiap orang atas keputusan yang diambil dapat berbeda-beda. Ada
beberapa orang yang walaupun sudah memutuskan sesuatu masih terlihat ragu dan
tidak yakin dengan keputusannya, namun ada yang yakin dan semangat untuk
melakukan keputusannya. Ada juga orang yang cenderung biasa saja dan tidak
merasakan suatu perbedaan signifikan sebelum atau sesudah mengambil keputusan. Perasaan dan sikap yang dirasakan dapat
berkembang dan berubah-ubah seiring berjalannya waktu.
Perasaan dan sikap seseorang saling
berkorelasi satu dengan yang lain. Perasaan dapat memengaruhi sikap seseorang
dan sikap seseorang juga dapat memengaruhi perasaan seseorang. Walaupun perasaan
dan sikap saling memengaruhi satu dengan yang lain, namun hubungan yang
terbentuk tidak mutlak dan dapat berubah-ubah. Perasaan tertentu dapat
menyebabkan sikap yang berbeda-beda. Perasaan yang positif belum tentu menyebabkan
sikap yang positif dan perasaan yang negatif belum tentu memberikan sikap yang negatif.
Salah satu contohnya adalah rasa marah. Ketika seseorang mempunyai rasa marah,
orang tersebut dapat merasa malas melakukan sesuatu, namun pada situasi atau
orang yang berbeda, rasa marah dapat membuat orang menjadi lebih termotivasi
melakukan sesuatu.
Contoh lainnya adalah rasa senang dan
bersemangat. Rasa senang dan bersemangat dapat membuat seseorang menjadi lebih
termotivasi untuk berjuang, namun rasa senang dan bersemangat juga dapat
membuat seseorang menjadi ingin melakukan berbagai hal sehingga tidak fokus melakukan
atau menyelesaikan yang penting. Rasa senang dan bersemangat merupakan perasaan
yang sering muncul ketika seseorang baru mengambil suatu keputusan untuk
melakukan suatu hal, khususnya hal yang menantang dan menyenangkan. Pada saat
baru mengambil keputusan, tidak sedikit orang menjadi semangat dan tidak sabar untuk
dapat mengaplikasikan atau melakukan keputusannya.
Rasa semangat dapat menjadi motivasi
melakukan sesuatu, bahkan mungkin memberikan energi lebih untuk dapat melakukan
sesuatu, namun rasa semangat yang berlebihan juga dapat menguras energi
seseorang. Ketika bersemangat, seseorang mempunyai kecenderungan untuk melakukan
sesuatu secara berlebihan misalnya bekerja secara berlebihan. Ketika dilakukan
secara berlebihan, maka tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi, sehingga
lebih gampang untuk merasa lelah dan stress.
Jika hal tersebut terjadi secara
terus menerus, maka tubuh semakin lama akan semakin mudah lelah dan mempunyai
energi yang kurang. Tubuh menjadi lebih rentan dan mudah untuk jenuh. Hal
tersebut dapat memengaruhi emosi yang muncul dan menimbulkan banyak emosi yang
negatif. Tubuh juga jadi lebih merespon secara negatif karena dalam kondisi
yang lelah. Jika tubuh dan pikiran tidak diberikan waktu istirahat dan dirawat
dengan baik, maka suatu hari tubuh akan berada dalam satu titik jenuh dan
menjadi malas untuk melakukan banyak hal, termasuk melakukan keputusan kita. Perasaan dan sikap yang awalnya positif dengan cepat berubah menjadi lebih negatif.
Contoh di atas merupakan salah satu dari perubahan yang sering terjadi dalam hidup dan dalam menjalani suatu keputusan. Dalam proses berusaha melakukan keputusan yang dibuat (seyakin apapun seseorang terhadap keputusan yang dibuatnya) pasti akan mengalami masa naik dan turun. Ada saatnya lingkungan mungkin tidak lagi mendukung, menghambat usaha yang dilakukan, atau diri sendiri dalam kondisi yang tidak baik. Wanita yang sedang dalam kondisi menjelang menstruasi atau kehamilan biasanya akan merasakan perubahan hormon yang dapat menyebabkan lebih mudah merasa down, stress, atau depresi. Oleh karena itu, ketika sedang berjuang dan menghadapi situasi yang dapat (sangat) memengaruhi perasaan. Seseorang perlu belajar untuk memberikan respon diri yang sesuai dan tidak berlebihan. Respon diri yang sesuai dapat membantu seseorang, namun respon yang berlebihan dapat menjadi bumerang bagi diri seseorang.
Referensi gambar: https://www.guideposts.org/faith-and-prayer/prayer-stories/power-of-prayer/how-to-move-forward-in-faith
Contoh di atas merupakan salah satu dari perubahan yang sering terjadi dalam hidup dan dalam menjalani suatu keputusan. Dalam proses berusaha melakukan keputusan yang dibuat (seyakin apapun seseorang terhadap keputusan yang dibuatnya) pasti akan mengalami masa naik dan turun. Ada saatnya lingkungan mungkin tidak lagi mendukung, menghambat usaha yang dilakukan, atau diri sendiri dalam kondisi yang tidak baik. Wanita yang sedang dalam kondisi menjelang menstruasi atau kehamilan biasanya akan merasakan perubahan hormon yang dapat menyebabkan lebih mudah merasa down, stress, atau depresi. Oleh karena itu, ketika sedang berjuang dan menghadapi situasi yang dapat (sangat) memengaruhi perasaan. Seseorang perlu belajar untuk memberikan respon diri yang sesuai dan tidak berlebihan. Respon diri yang sesuai dapat membantu seseorang, namun respon yang berlebihan dapat menjadi bumerang bagi diri seseorang.
Referensi gambar: https://www.guideposts.org/faith-and-prayer/prayer-stories/power-of-prayer/how-to-move-forward-in-faith

Comments
Post a Comment