Posts

Showing posts with the label diri sendiri

Berbahagia untuk Diri Sendiri 2

Terkadang kita sering melakukan sesuatu karena orang lain, supaya orang lain tidak malu, supaya mereka bahagia. Tidak jarang juga kita melakukan sesuatu supaya tidak dilihat jelek oleh orang lain. Sebagai contoh, kita ingin terlihat bahagia, maka kita mencoba untuk selalu tertawa. Kita ingin dilihat sebagai seseorang yang sukses, maka kita terus menerus sibuk bekerja atau jalan-jalan. Kita ingin terlihat cantik di mata orang, maka kita berusaha untuk diet dan selalu tampil modis serta mengenakan make up. Tetapi, pernahkah kita melakukan suatu hal atau hal tersebut untuk diri kita sendiri? Tertawa merupakan hal yang baik, namun apakah kita tertawa untuk diri kita sendiri, karena diri kita sendiri ingin tertawa ataukah kita tertawa supaya terlihat bahagia dan menutupi kesedihan kita? Bekerja dan jalan-jalan merupakan hal yang menyenangkan, namun apakah kita menikmati bekerja dan jalan-jalan tersebut? Apakah bekerja dan jalan-jalan juga sesuai dengan kemampuan kita, berjal...

Melihat ke Diri Sendiri dengan Cara Pandang Kita Terhadap Orang Lain

Di Indonesia ada banyak sekali pepatah yang terkenal. Salah satu pepatah yang terkenal adalah rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput sendiri. Kita sering kali mudah melihat kesuksesan atau keberhasilan seseorang, bahkan mungkin kita cenderung membandingkan diri kita sendiri dengan orang tersebut. Kita sering merasa bahwa orang lain jauh lebih hebat atau lebih baik dari kita. Misalnya ketika kita berpikir seandainya aku bisa sesukses dia, seandainya aku bisa sekurus dia, seandainya aku bisa serajin dia, dan berbagai macam seandainya yang lain. Tidak jarang juga kita berpikir bahwa orang yang sukses atau berhasil tersebut, dapat meraih kesuksesan dalam waktu yang singkat. Rasanya baru kemarin kita masih melihat dia belum punya pacar, eh ketika kita melihatnya lagi, ternyata sudah bertunangan atau sudah menikah. Terakhir kali kita melihat seseorang masih menjadi pegawai tingkat bawah, ketika kita melihatnya lagi sudah menjadi manager atau bahkan general manager . Tida...

Kata orang...

Kata orang aku orang yang cerewet.. Kata orang aku orang yang pendiem.. Kata orang aku orang yang care ... Kata orang aku orang yang cuek.. Kata orang aku orang yang bisa memimpin.. Kata orang aku orang yang perlu dipimpin.. Kata orang jangan terlalu mendengarkan kata orang Kata orang harus mendengarkan kata orang Kata orang... Kata orang... dan kata orang... Aku selalu mendengarkan dan memikirkan kata orang Tanpa aku sadari bahwa sebenarnya bukan hanya mereka yang adalah orang Aku juga adalah ORANG Mereka bertindak dan berkata-kata seolah mengerti diriku, padahal.. Aku yang lebih mengerti diriku sendiri Aku yang berkenalan dengan diriku sejak hari pertama aku lahir di dunia ini, bahkan mungkin sejak masih dalam kandungan ibuku Jika aku begitu memikirkan pandangan dan pendapat mereka yang tidak mengenal aku cukup lama, bukankah sudah seharusnya aku lebih mendengarkan AKU yang sudah mengenal diriku sendiri selama hidupku?