Satu Saja Cukup



Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka ia harus menjalani proses untuk mencapainya. Proses untuk mencapai sesuatu dapat beragam, ada yang mudah maupun sulit, ada yang dapat mencapainya dalam waktu singkat tetapi ada juga yang mencapainya dalam waktu lama. Proses tersebut yang terkadang menjadi sangat melelahkan dan tidak jarang proses tersebut yang membuat orang memutuskan menyerah untuk mencapai yang diinginkannya.

Walaupun begitu, proses tersebut juga yang nantinya dapat "memurnikan" kita. Proses tersebut yang nantinya akan menempa dan menyaring motivasi kita. Jika pada awalnya, motivasi kita untuk melakukan sesuatu sudah kuat, proses tersebut akan semakin mengasah motivasi tersebut. Jika memang motivasi tersebut cukup kuat maka seiring berjalannya waktu motivasi tersebut akan semakin kuat dan akan menjadi pendorong atau motor untuk melakukan sesuatu. Sebaliknya, proses tersebut juga dapat semakin melemahkan motivasi yang ada. Jika tantangan yang terjadi lebih banyak dan kuat dibandingkan motivasi seseorang, maka tidak sedikit yang akhirnya menyerah dan tidak berusaha mencapai yang diinginkan.

Jika motivasi awal seseorang berasal dari dorongan atau dukungan orang lain, maka seiring berjalannya waktu, orang yang dapat bertahan untuk mendukung dan mendorong seseorang akan tersaring. Ketika proses yang dijalani begitu berat, maka tidak sedikit orang yang awalnya mendukung menjadi tidak mendukung atau bahkan menghambat untuk melalui proses tersebut. Orang-orang tersebut dapat membuat proses menjadi berat dan membuat seseorang bertanya-tanya tentang keputusan yang diambil dan perlu tidaknya untuk terus maju.

Banyak atau tidaknya orang yang mendukung mungkin dapat mempengaruhi keputusan perlu tidaknya untuk dapat maju, tetapi keputusan terakhir dan mengetahui perlu tidaknya untuk dapat terus maju adalah diri kita sendiri. Selama menjalani sebuah proses, tidak sedikit orang yang motivasinya berubah. Berubahnya motivasi tersebut dapat memberikan efek yang berbeda-beda setiap orangnya, tergantung dari banyak hal misalnya dari orangnya sendiri atau motivasinya sendiri. Banyaknya motivasi juga dapat mempengaruhi dan dapat berubah. Sebagai contoh, pada awalnya motivasi seseorang hanya mengikuti teman, namun seiring berjalannya waktu orang tersebut menikmati yang dilakukannya, sehingga tetap melakukannya walaupun teman-temannya sudah tidak melakukannya lagi.

Pada saat memulai, seseorang mungkin mempunyai (banyak) motivasi, namun seiring berjalannya waktu, motivasi tersebut juga dapat berkurang hingga menjadi tidak ada sama sekali. Ketika seseorang tidak mempunyai motivasi, seseorang biasanya akan menyerah melakukan sesuatu sampai ia menemukan motivasi baru. Banyaknya motivasi tidak menjamin seseorang memilih bertahan untuk melakukan sesuatu. Ada orang-orang yang memilih untuk melakukan sesuatu yang justru mempunyai motivasi yang lebih "sedikit". Sebagai contoh, ketika seseorang memutuskan untuk tidak (melanjutkan) kuliah untuk berbisnis. Pada saat ia mempertimbangkan hal tersebut, mungkin banyak orang yang tidak menyetujui keputusannya. Jika orang tersebut meneruskan kuliah mungkin akan membahagiakan orang-orang yang disayangi dan dicintai. Sebaliknya, jika ia memutuskan berhenti kuliah maka mungkin ia akan mengecewakan banyak orang atau tidak mendapat banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Walaupun begitu, ada orang-orang yang lebih memililh untuk berhenti kuliah dan berbisnis.

Lebih banyaknya dukungan dan motivasi, terkadang tidak membuat seseorang bertahan, karena mungkin ada motivasi atau dorongan yang lebih kuat untuk memilih pilihan yang lain. Terkadang tidak perlu banyak dukungan atau motivasi untuk dapat memutuskan bertahan akan suatu hal. Satu alasan/motivasi/dukungan saja cukup untuk membuat seseorang dapat bertahan untuk melakukan sesuatu. Satu hal tersebut yang membuat seseorang mendapatkan kekuatan untuk tetap dapat bertahan apapun tantangan atau resiko yang dihadapi. Satu hal tersebut bisa berasal dari dalam diri ataupun dari luar diri, tetapi kebanyakan hal tersebut berasal dari diri sendiri.

Diri sendiri yang biasanya memberikan banyak kekuatan untuk dapat bertahan. Ada hal-hal yang terkadang berasal dari luar, tetapi sebenarnya berasal dari diri sendiri. Sebagai contoh, terkadang motivasi kita adalah orangtua. Orangtua memang mungkin menjadi alasan yang mendorong kita melakukan sesuatu, tetapi mungkin ada alasan lain yang lebih dalam., misalnya melakukannya untuk membahagiakan orangtua. Orang tersebut merasa akan bahagia jika dapat membahagiakan orangtuanya, maka hal yang memotivasi dia bukan lagi orangtua, tetapi keinginan dari dalam diri untuk membahagiakan orangtua.

Ketika kita tidak menemukan suatu alasan untuk melakukan sesuatu, mungkin kita perlu bertanya pada diri kita sendiri. Kita perlu menggali diri kita sendiri untuk dapat mengetahui motivasi kita melakukan sesuatu atau apa yang harus dilakukan. Lalu, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah menemukan yang ingin kamu lakukan atau menemukan alasan untuk dapat bertahan melakukan hal yang kamu lakukan sekarang? Jika sekarang masih ragu, bimbang, dan bingung memutuskan atau mungkin mulai mempertanyakan diri, maka luangkanlah waktu untuk bertanya pada diri sendiri mengenai hal yang ingin dilakukan dan alasannya. Tidak perlu menemukan banyak alasan, satu alasan (yang kuat) saja cukup untuk dapat memutuskan akan menyerah atau bertahan. Winston Churcill pernah memberikan quotes yang terkenal, yaitu "Jangan pernah menyerah akan sesuatu yang tidak pernah berhenti kamu pikirkan setiap hari pernah" ("Never give up on something that you can't go a day without thinking about"). Selamat mencari dan memutuskan:)

Referensi gambar:  https://www.facebook.com/OfficialCaresOneNo/posts/one-person-is-enough/2796339933939318/



Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)