Belajar Berpasrah, Menerima, dan Berbuat Sesuatu




Mengambil keputusan atau memilih sesuatu bukan merupakan hal yang mudah. Dalam setiap hal yang diambil atau dilakukan selalu ada resiko. Ketika akan mengambil suatu keputusan, kebanyakan orang akan mempertimbangkan berbagai hal, baik itu yang positif maupun negatif. Ada beberapa orang yang akan mempertimbangkannya dengan matang, sebaliknya ada beberapa orang yang hanya mempertimbangkan secara sekilas atau bahkan tidak mempertimbangkannya sama sekali.

Matang atau tidaknya seseorang mempertimbangkan sesuatu, ketika seseorang memutuskan suatu hal maka kemungkinan besar selalu ada pengorbanan yang dilakukan, baik itu besar atau kecil. Sebagai contoh, ketika seseorang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang telah dijalankan selama bertahun-tahun, maka orang tersebut mengorbankan kenyamanan atau kepastian karir yang ada. Orang tersebut mungkin akan dihadapkan akan ketidakpastiaan terhadap pekerjaannya yang baru. Selalu ada kemungkinan resiko yang muncul ketika seseorang memutuskan sesuatu, tetapi resiko tersebut masih merupakan kemungkinan. Ia dapat benar-benar muncul atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Pada saat seseorang memilih memutuskan sesuatu, orang tersebut seolah sedang melakukan investasi. Ketika seseorang berinvestasi, orang tersebut (belajar untuk) mengambil resiko. Investasi tersebut bisa berhasil maupun gagal. Seseorang belajar untuk bertanggung jawab dan menerima resikonya baik itu berhasil ataupun gagal.

Sebelum memulai suatu investasi, seseorang biasanya akan memperhitungkan dengan matang keuntungan maupun kerugian yang mungkin akan didapat. Orang tersebut bahkan juga terus menerus belajar agar dapat meningkatkan kemampuan analisanya. Ketika gagal, orang tersebut mau tidak mau harus menerima setiap resikonya, misalnya menerima bahwa ia mengalami kerugian. Ia harus kehilangan hasil investasinya. Ada beberapa orang yang tidak dapat menerima kerugian tersebut dengan baik. Mereka terus menerus menolak atau menyalahkan keadaan serta dirinya sendiri. Akan tetapi, bagaimanapun sikap orang tersebut, hal tersebut tidak merubah kenyataan bahwa ia mengalami kerugian dan kehilangan hasil investasinya. Beberapa orang memilih untuk bangkit dan terus belajar untuk menjadi seorang investor yang baik serta memanfaatkan situasi yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya, sebaliknya beberapa orang memilih untuk mundur atau terus menerus menyalahkan hal-hal yang dapat disalahkan.

Begitu juga dalam kehidupan, memutuskan melakukan sesuatu bukan merupakan hal yang mudah. Ketika akan memutuskan sesuatu bukan hanya mempertimbangkan hasil akhir dari keputusan tersebut, tetapi juga proses yang akan dialami. Pada saat menjalani proses yang ada, seseorang mungkin akan mengalami jatuh bangun. Dari proses tersebut, seseorang dapat belajar menerima dan berpasrah terhadap keadaan yang muncul. Seseorang dapat belajar menerima dan menghadapi suatu keadaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ketika seseorang bersikap menolak dan tidak menerima, sikap tidak menerima tersebut juga belum tentu membuat prosesnya menjadi lebih baik atau ringan, malah mungkin sebaliknya menambah tekanan yang ada dalam menjalani prosesnya.

Pada saat muncul suatu masalah, diakui atau tidak diakui, fakta bahwa masalah tersebut muncul tidak akan berubah. Masalah tersebut akan tetap ada. Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan nilai ulangan yang jelek karena tidak belajar sehingga tidak dapat mengerjakan. Diakui atau tidak diakui hasil nilai ulangan tersebut, tidak mengubah kenyataan bahwa nilai ulangan yang diterima jelek.

Ketika mendapatkan fakta yang tidak menyenangkan, ada beberapa orang yang tidak mau menerima fakta tersebut dan berusaha menolaknya. Ketika ia terus menerus menolak, hal tersebut tidak membuat nilai ulangannya tiba-tiba berubah, bahkan mungkin membuatnya membohongi diri sendiri atau membuatnya jadi tidak berusaha untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ketika seseorang belajar menerima kondisinya, orang tersebut dapat mengurangi konflik yang dapat muncul. Ia dapat berpikir langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan tersebut.

Proses menerima dan berpasrah bukan berarti tidak berbuat sesuatu. Proses menerima adalah mengakui bahwa fakta (masalah) itu memang ada dan tidak terus menerus menyalahkan keadaan yang ada, diri sendiri, atau bahkan keduanya. Ketika seseorang sudah belajar menerima dan berpasrah terhadap keadaan, orang tersebut dapat berpikir atau melangkah ke tahap selanjutnya untuk berusaha mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ia dapat mempertimbangan berbagai hal serta memutuskan langkah dengan lebih logis dan berhati-hati, sehingga dapat memanfaatkan keadaan yang ada dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

Dalam proses melangkah, seseorang juga perlu mempertimbangkan kapasitas atau kemampuan mereka masing-masing. Jangan memaksa hal-hal yang sudah pasti tidak bisa diubah, seperti latar belakang keluarga, orangtua, dsb, tetapi bukan berarti seseorang tidak dapat mengubah hal lain yang mungkin akan mempengaruhi masa depannya. Sebagai contoh, ketika tidak menyukai pola asuh orangtua kita, maka seseorang dapat belajar untuk tidak menerapkan pola asuh tersebut pada saat ia berkeluarga. Dalam setiap situasi, baik itu menyenangkan atau tidak menyenangkan dapat diubah menjadi lebih baik atau lebih buruk tergantung bagaimana kita menyikapinya dan memilih untuk bersikap.

Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)