Berbahagia untuk Diri Sendiri 2
Terkadang kita sering melakukan sesuatu karena orang lain,
supaya orang lain tidak malu, supaya mereka bahagia. Tidak jarang juga kita
melakukan sesuatu supaya tidak dilihat jelek oleh orang lain. Sebagai contoh,
kita ingin terlihat bahagia, maka kita mencoba untuk selalu tertawa. Kita ingin
dilihat sebagai seseorang yang sukses, maka kita terus menerus sibuk bekerja
atau jalan-jalan. Kita ingin terlihat cantik di mata orang, maka kita berusaha
untuk diet dan selalu tampil modis serta mengenakan make up. Tetapi, pernahkah kita melakukan suatu hal atau hal
tersebut untuk diri kita sendiri?
Tertawa merupakan hal yang baik, namun apakah kita tertawa
untuk diri kita sendiri, karena diri kita sendiri ingin tertawa ataukah kita
tertawa supaya terlihat bahagia dan menutupi kesedihan kita? Bekerja dan
jalan-jalan merupakan hal yang menyenangkan, namun apakah kita menikmati
bekerja dan jalan-jalan tersebut? Apakah bekerja dan jalan-jalan juga sesuai
dengan kemampuan kita, berjalan seimbang di kehidupan kita, ataukah kita
bekerja/jalan-jalan sebagai bentuk pelarian karena selalu ingin produktif dan
takut kalau tidak bekerja maka merasa hampa, bahkan jalan-jalan hingga meminjam
uang orang lain? Tampil cantik merupakan suatu hal yang memuaskan, namun apakah
kita tampil cantik karena kita sendiri merasa cantik dan kita bangga serta
ingin membuat diri kita sendiri bangga, atau kita tampil cantik karena takut
dinilai oleh orang lain?
Sebagai makhluk sosial, merupakan hal yang wajar jika kita
melakukan sesuatu untuk orang lain atau masyarakat. Kita melakukan sesuatu agar
terlihat indah atau normal di mata masyarakat. Akan tetapi, ketika kita terus
menerus peduli dengan masyarakat dan orang sekitar, siapa yang akan peduli
dengan diri kita? Ketika semua orang terlalu peduli dengan pandangan masyarakat
atau orang lain, maka siapa yang akan peduli dengan pandangan diri kita
sendiri? Tidak sedikit orang yang berusaha menjaga keharmonisan atau kerukunan
masyarakat. Jika kerukunan atau keharmonisan dalam masyarakat merupakan hal yang
penting, maka keharmonisan diri sendiri juga seharusnya merupakan hal yang
penting. Ketika orang-orang terlalu peduli dan berusaha menjaga keharmonisan
orang lain, siapa yang akan menjaga keharmonisan diri sendiri kalau bukan orang
itu sendiri? Ketika kita tidak bisa menjaga dan merasakan keharmonisan diri
sendiri, bagaimana kita bisa menjaga dan merasakan keharmonisan dalam
masyarakat? Kita saja tidak mengetahui rasanya harmonis, bagaimana kita
mengetahui bahwa masyarakat tersebut sudah harmonis?
Tidak sedikit orang berpendapat bahwa melakukan sesuatu
untuk diri sendiri merupakan hal yang egois. Sejak kecil, banyak orang
diajarkan untuk tidak bersikap egois dan selalu memikirkan orang lain. Akan
tetapi, memikirkan diri sendiri tidak sepenuhnya merupakan sesuatu yang salah.
Ketika kita memikirkan dan melakukan sesuatu untuk diri sendiri, itu dapat merupakan
bentuk kita peduli dan sayang terhadap diri kita sendiri. Ketika kita peduli
dan sayang terhadap diri sendiri, maka itu dapat membantu kita melakukan
aktivitas sehari-hari dengan lebih baik atau maksimal.
Comments
Post a Comment