Bahagia untuk Dirimu Sendiri


Salah satu nilai yang banyak tersebar dalam masyarakat Indonesia sekarang adalah mempunyai pasangan identik dengan kebahagiaan, sebaliknya tidak mempunyai pasangan identik dengan kesepian dan tidak bahagia. Banyak jokes atau meme yang memperlihatkan bahwa ketika seseorang tidak mempunyai pasangan atau single atau jomblo, maka orang tersebut cenderung menyedihkan atau kesepian.

Ada salah satu istilah gaul yang sering dikaitkan dengan kehidupan tanpa pasangan, yaitu jones (jomblo ngenes). Istilah tersebut mempunyai dua arti. Arti yang pertama adalah sudah jomblo (single atau tidak punya pasangan) hidupnya menyedihkan lagi (seolah-olah sudah jatuh tertimpa tangga). Arti yang kedua adalah hidup tidak mempunyai pasangan adalah menyedihkan atau mengenaskan. Hal tersebut memperlihatkan bahwa ada beberapa orang yang merasa bahwa tidak mempunyai pasangan adalah hal yang menyedihkan atau pasangan dapat membawa kebahagiaan dalam hidup seseorang. Hal tersebut memperlihatkan juga bahwa kebahagiaan seolah-olah dapat dicapai atau didapat dari orang lain atau lingkungan.

Tidak sedikit orang yang berusaha untuk mencari kebahagiaan, bahkan mungkin ada orang-orang yang menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan hidupnya. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan dari lingkungan sekitarnya (di luar dirinya sendiri). Ada orang-orang yang berusaha mencari kebahagiaan dari keramaian. Ada orang-orang yang berusaha mencari kebahagiaan dari bekerja atau menyibukkan diri. Ada orang-orang yang berusaha mencari kebahagiaan dari diri orang lain. Akan tetapi, tidak sedikit orang juga yang berusaha mencari kebahagiaan tanpa mengetahui apa yang benar-benar dapat membuatnya bahagia? Benarkah bahwa kebahagiaan didapatkan atau diperoleh dari orang lain atau keadaan lingkungan (yang mendukung)?

Jika begitu, mengapa ada orang yang berada dalam situasi yang sama namun ada yang berbahagia dan ada yang tidak? Ada orang-orang yang sudah dapat makan nasi, mereka sudah bahagia, sebaliknya ada orang-orang yang jika makan nasi saja tidak cukup dan tidak bahagia. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kebahagiaan setiap orang berbeda-beda dan yang mengetahui cara untuk membahagiakan diri sendiri adalah diri orang itu sendiri bukan orang lain atau hal lain. Kebahagiaan tergantung dari respon seseorang terhadap suatu hal atau situasi.

Tidak sedikit orang yang menuntut orang lain untuk dapat membahagiakan mereka. Jika orang tersebut tidak dapat membahagiakan diri mereka, maka mereka dapat sedih atau kecewa terhadap orang tersebut. Akan tetapi, mengharapkan kebahagiaan dari orang lain merupakan hal yang sulit untuk dicapai karena setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda mengenai kebahagiaan. Hal yang membuat orang lain bahagia belum tentu membuat diri kita bahagia, sebaliknya hal yang membuat kita bahagia belum tentu membuat orang lain bahagia. Selain itu, yang dapat menilai seseorang bahagia atau tidak juga orang itu sendiri bukan orang lain. Banyak orang yang dari luar terlihat bahagia dan menikmati hidup, tetapi ternyata di dalamnya orang tersebut tidak bahagia bahkan malah merasakan kehampaan serta kesepian yang mendalam. Orang yang seharusnya paling mengenal dan mengetahui tentang perasaan yang sedang dirasakan adalah orang yang merasakannya sendiri, sehingga orang yang bertanggung jawab membahagiakan diri kita juga seharusnya adalah diri kita sendiri.

Ada orang-orang yang berusaha untuk melemparkan "tanggung jawab" tersebut kepada orang lain. Mereka ingin orang lain dapat atau yang membahagiakan diri mereka, padahal jika mereka tidak mengetahui hal yang membuat diri mereka bahagia, bagaimana orang lain dapat mengetahui hal yang membuat orang tersebut bahagia? Setiap hal yang dilakukan orang lain juga belum tentu dapat membuat diri mereka bahagia, karena diri mereka sendiri sebenarnya juga masih mencari kebahagiaan itu sendiri. Jika seseorang mengetahui yang dapat membuat orang tersebut bahagia, maka orang lain dapat membantu untuk membuat orang tersebut bahagia, tetapi orang lain hanya dapat membantu bukan memberikan kebahagiaan. Respon dan pilihan untuk bahagia tetap berada pada masing-masing pribadi bukan pada orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)