Setiap Cuaca Akan Mendatangkan Suatu Hal yang Berbeda (dan Baru)
Ketika menghadapi banyak masalah dalam hidup atau ketika
keinginan tidak kunjung juga tercapai, banyak pikiran negatif yang lebih mudah
untuk muncul. Rasanya lebih mudah untuk menyerah dan lari dari masalah
dibandingkan terus bertahan. Terus bertahan juga belum tentu menunjukkan hasil
tertentu. Terus bertahan belum tentu membuat semuanya akan berlalu dengan baik
atau sesuai dengan keinginan. Banyak orang berkata bahwa usaha tidak pernah
berbohong, kerja keras tidak akan sia-sia. Benarkan tidak akan sia-sia?
Bagaimana dengan kerja keras yang selama ini sudah dilakukan dan sampai
sekarang tidak pernah memperoleh hasil yang signifikan atau hasil yang
diinginkan? Bagaimana dengan usaha, tenaga, waktu, uang, dan semua yang sudah
diinvestasikan tetapi tidak ada hasil sama sekali? Bukankah lebih mudah untuk
tidak menginvestasikan apa-apa sama sekali dan berusaha menerima yang ada
dibandingkan jika sudah berusaha tetapi tidak ada hasilnya?
Pemikiran-pemikiran seperti itu memang akan lebih mudah
muncul ketika sedang dalam keadaan tidak "fit". Sama seperti tubuh
yang jika dalam keadaan sehat akan lebih mudah untuk menangkal bakteri-bakteri,
virus-virus, atau hal-hal jahat lainnya sehingga dapat keluar dari tubuh,
begitu juga dengan mental seseorang. Hal-hal yang mungkin semula tidak
memberikan pengaruh apa-apa dalam tubuh kita, pengaruhnya dapat berkali-kali
lipat ketika sedang dalam tidak sehat. Pertanyaannya adalah apakah
pemikiran-pemikiran tersebut memang benar-benar nyata atau hanya
terlihat/terasa nyata. Benarkah segala usaha yang telah dilakukan tidak
menghasilkan apa-apa? Bagaimana dengan teman-teman atau relasi yang terbentuk
karena usaha yang telah dilakukan? Bagaimana dengan pengalaman yang telah didapat
selama dalam proses mencapai yang diinginkan? Bagaimana dengan pengetahuan yang
telah diperoleh ketika menjalani semua tahapannya?
Ketika langit sedang dalam keadaan mendung, maka di langit tidak
ada matahari, tetapi benarkah di langit tidak ada matahari atau hanya sekedar
tertutup oleh awan dan setelah awan itu pergi maka matahari akan terlihat lagi?
Ketika sedang dalam keadaan "mendung", maka akan banyak awan yang
datang menutupi pandangan seseorang, namun ketika sudah terbiasa melihat dalam
awan tersebut atau ketika awan tersebut pergi maka hal yang sebelumnya tidak
terlihat akan menjadi terlihat dengan jelas. Ketika berada dalam keadaan
"mendung", pandangan orang lain terhadap diri kita mungkin akan
terlihat lebih terang dan jelas dibandingkan pandangan kita sendiri. Sebaliknya,
ketika tidak dalam keadaan mendung, kita mungkin dapat melihat dan memandang
diri sendiri dengan lebih jelas serta positif. Kabar baiknya adalah langit atau
cuaca tidak selamanya dalam keadaan mendung, cuaca akan selalu (terus-menerus) berubah,
begitu juga dengan diri seseorang. 'Cuaca' dalam diri seseorang juga tidak akan
menetap selamanya dan dapat terus berubah.
Di bumi, terdapat banyak cuaca. Cuaca tersebut berubah
secara terus-menerus, tetapi perubahan tersebut yang menjadi salah satu alasan bumi
dapat ditinggali oleh berbagai makhluk hidup dan banyak makhluk hidup dapat
bertahan hidup. Jika cuaca tidak berubah dan selalu musim panas (selalu ada
matahari), maka mungkin banyak tanaman yang akan mati. Jika hujan terjadi
secara terus menerus, maka dapat membuat banjir dan membuat banyak tanaman akan
mati juga bahkan dapat membuat makhluk hidup lain mati. Jika selalu bersalju
dan musim dingin, maka jalan dapat tertutupi sehingga membuat sulit untuk
melakukan kegiatan sehari-hari. Sebaliknya, jika tidak ada musim panas atau
matahari, maka tanaman juga tidak dapat berfotosintesis dan hal tersebut dapat
menyebabkan beberapa tanaman akan mati, jemuran baju tidak kering, dan
sebagainya. Jika tidak ada musim hujan, maka tidak bisa merasakan bermain atau
menari di musim hujan atau tidak bisa melihat pelangi. Jika tidak ada musim
dingin atau musim salju, maka tidak bisa membuat boneka salju atau tidak bisa
merasakan rasa sejuk setelah merasakan panasnya matahari. Musim salju itu juga
yang terkadang menjadi alasan untuk dapat beristirahat dan menikmati hidup.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa ketika sedang
musim panas, banyak orang mendambakan musim hujan, sebaliknya jika musim hujan terjadi
secara terus-menerus, banyak orang merindukan matahari. Perubahan dan keinginan
itu justru yang membuat hidup menjadi lebih menyenangkan. Hal tersebut membuat
seseorang mempunyai pengharapan dan menantikan sesuatu. Hal tersebut yang juga akan
membuat seseorang menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang akan bertahan
selamanya. Pada waktunya, cuaca pasti akan berganti. Pergantian tersebut akan menandakan
bahwa sudah saatnya suatu hal untuk berhenti, tetapi sudah saatnya juga suatu
hal lain akan muncul dan mulai berkembang.
Prinsip tersebut juga terjadi dalam diri seseorang. 'Cuaca'
dalam diri seseorang juga dapat berubah-ubah dan berbeda-beda satu dengan yang
lain. Walaupun begitu, cuaca tersebut tidak akan bertahan selamanya dan akan
berlalu pada waktunya. Jadi, ketika sedang dalam cuaca tertentu, nikmatilah
cuaca tersebut dengan sebaik-baiknya, karena pada waktu cuaca tersebut telah berlalu,
mungkin kita jadi merindukan dan menantikan datangnya cuaca tersebut. Tidak
menutup kemungkinan bahwa suatu cuaca dapat berlalu dengan sendirinya dan tanpa
disadari. Walaupun begitu, setiap cuaca pasti akan mendatangkan sesuatu yang
berbeda (dan baru), sehingga layak untuk dinantikan dan dinikmati. :)
Comments
Post a Comment