Benarkah Itu yang Terjadi?

Banyak yang sudah terjadi belakangan ini. Hari yang dipenuhi dengan rasa keputusasaan , hari yang dipenuhi dengan beban dan tanggung jawab, hari yang dipenuhi rasa kecewa, hari yang dipenuhi dengan rasa kaget dan takjub, hari yang dipenuhi rasa syukur, dan hari lainnya yang sudah terlewati. Begitu banyak pengalaman yang sudah dialami dan dipelajari. Ada waktunya bertemu, namun ada juga waktunya untuk berpisah. Selama melewati proses tersebut, begitu banyak emosi yang muncul dan bergejolak. Emosi tersebut membuat sulit untuk beradaptasi. Seringkali merasa kuat dan merasa bahwa dapat melewati semuanya sendiri, namun saat itu juga sebenarnya diri ini lemah yang membutuhkan orang lain untuk sekedar berbagi cerita dan melampiaskan emosi yang ada.

Ketika membutuhkan seseorang, tidak setiap saat orang-orang tersebut dapat ada dan menemani. Ketika orang-orang itu tidak dapat hadir di saat yang dibutuhkan, maka pada saat itu juga muncul berbagai pemikiran negatif. Diri sendiri merasa lebih baik dari orang lain. Tidak jarang merasa bahwa ketika mereka butuh, kita selalu berusaha untuk menyediakan waktu untuk mereka, tapi bagaimana dengan mereka?  Bagaimana ketika kita butuh? Selalu merasa bahwa yang dialami rasanya sulit untuk dilewati dan mungkin orang lain mempunyai cerita yang lebih menyenangkan dari kita. Akan tetapi, benarkah begitu? Benarkah mereka tidak pernah ada atau kita yang tidak pernah menyadari keberadaan mereka? Benarkah mereka tidak pernah berusaha menghibur kita atau kita yang tidak peduli dengan hiburan mereka? Benarkah masalah kita lebih berat dari mereka atau kita yang tidak berusaha untuk mengerti masalah mereka?

Ketika seseorang melihat dari lubang kunci, maka pandangannya hanya seluas lubang kunci. Lubang kunci tersebut membatasi pandangan seseorang, sehingga membuat seseorang tidak dapat melihat dengan jelas. Padahal, pemandangan yang terlihat dari lubang kunci tersebut belum tentu yang sebenarnya terjadi atau hanya sebagian kecil saja.

Ketika seseorang melihat dengan menggunakan kacamata hitam, maka benda yang dilihat cenderung lebih gelap dari yang sebenarnya. Akan tetapi, ketika kacamata hitam tersebut dilepas maka seseorang dapat melihat dengan lebih jelas dan seusai dengan realitasnya,


Jadi, apakah pandangan kita selama ini yang sebenarnya terjadi atau itu hanya pandangan yang bias karena disebabkan oleh lubang kunci atau kacamata hitam?

Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)