It is OK not to feel OK
Seperti halnya roller
coaster, setiap orang pasti pernah merasakan naik dan turun, entah itu
dalam peristiwa hidupnya atau hanya perasaan serta mood seseorang. Merasakan perasaan turun dan naik merupakan suatu
hal yang wajar. Seseorang dapat merasa senang tanpa atau dengan sebab tertentu
dan merasa down atau tidak bersemangat tanpa atau dengan sebab tertentu. Tingkatan
senang atau down seseorang juga berbeda-beda setiap orangnya. Perasaan senang
biasanya diasosiasikan sebagai sesuatu yang positif dan cenderung dinilai
sebagai emosi yang positif dan baik, sebaliknya perasaan down biasanya diasosiasikan sebagai sesuatu yang negatif dan tidak
jarang juga dinilai sebagai emosi yang negatif. Tidak sedikit orang yang tidak
suka merasa down dan berusaha keras
untuk melawan perasaan tersebut. Tidak sedikit orang juga merasa bersalah,
berbeda, atau aneh ketika merasa down. Seolah-olah sesuatu hal yang salah atau
"dosa" ketika merasa down. Mereka dapat berusaha menekan bahkan
menolak perasaan tersebut, yang justru semakin menolak dapat membuat seseorang semakin
merasa down dan depresi.
Padahal, pada dasarnya setiap orang mempunyai berbagai macam
emosi dan setiap emosi tersebut (dalam
kadar tertentu dan berbeda-beda) diperlukan dalam setiap manusia. Hal
tersebut seperti yang diperlihatkan dalam film animasi buatan Disney yang
berjudul Inside Out (2015) dengan baik. Film tersebut memperlihatkan bahwa
Riley (pemeran utamanya) tidak hanya memerlukan emosi bahagia, tetapi juga
memerlukan emosi marah, sedih, atau emosi lainnya. Berbagai emosi tersebut
dapat mempengaruhi berbagai aspek dari diri seseorang termasuk memory seseorang. Begitu juga di
kehidupan nyata, setiap orang mempunyai emosi dan setiap emosi dapat
mempengaruhi kehidupan seseorang. Tidak jarang bahwa emosi tersebut membuat
seseorang menyadari hal yang tidak disadari sebelumnya, seperti betapa
beruntungnya orang tersebut atau berharganya sesuatu, sehingga sebenarnya sesuatu
yang wajar dan normal ketika seseorang pada waktu-waktu tertentu merasakan
perasaan down atau sedih, seseorang
malah harus dapat merasakan perasaan tersebut.
Ada banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk dapat melewati
masa-masa down tersebut. Cara yang
dilakukan orang-orang dapat berbeda satu dengan yang lain, misalnya ada
orang-orang yang memilih untuk menyendiri tetapi sebaliknya ada orang-orang
yang justru memilih untuk berada pada keramaian, ada orang-orang yang memilih
untuk menyibukkan diri, tetapi ada orang yang justru memilih untuk bersantai
dan beristirahat. Pemilihan cara yang dilakukan untuk mengatasi rasa down tersebut tergantung dari
masing-masing orang dan tidak ada cara yang pasti berhasil. Jika cara
menyendiri berhasil pada orang yang memang suka menyendiri, maka cara
menyendiri belum tentu berhasil pada orang yang justru lebih suka keramaian. Tingkat
dan lamanya down seseorang juga
berbeda-beda setiap orangnya, sehingga walaupun setiap orang merasakan down, belum tentu setiap orang dapat
merasakan down yang dirasakan orang
lain. Beberapa orang mungkin merasakan down
selama satu hari, ada orang yang merasa down
selama satu minggu, tetapi ada orang yang hanya merasa down selama satu atau beberapa jam. Seseorang yang cenderung hanya
merasa down dalam waktu yang singkat
maka akan sulit untuk mengerti perasaan atau yang dialami seseorang yang down selama beberapa waktu, bahkan
mungkin mereka dapat cenderung meremehkan perasaan down karena mereka melewati atau mengatasinya dalam waktu singkat. Tidak
sedikit dari orang-orang tersebut yang mungkin juga menjadi kurang menghargai
orang-orang yang (seolah-olah) terlalu melebih-lebihkan ketika merasa down. Seperti halnya perempuan ketika
memasuki masa Premenstrual Syndrome (PMS)
cenderung lebih mudah merasa down atau
sensitif, maka mungkin hal tersebut sulit untuk dipahami atau dimengerti oleh
laki-laki yang tidak pernah mengalami PMS. Tidak menutup kemungkinan bahwa ada
orang-orang yang tidak merasakannya merasa bahwa orang yang merasakannya lebay atau berlebihan.
Jadi, ketika kita merasa down,
tidak berdaya, atau depresi, suatu hal yang wajar jika orang lain sulit
mengerti atau memahami permasalahan kita, bahkan mungkin banyak orang yang
tidak mengerti atau memahami kita sama sekali. Hanya yang merasakan yang dapat benar-benar
mengerti dan memahami lebih dalam mengenai perasaan atau mood yang dirasakan. Mood atau
perasaan yang dialami orang lain mungkin bisa lebih ringan atau malah lebih
parah dari kita. Walaupun begitu, mood atau
perasaan tersebut tidak menunjukkan bahwa seseorang lebih baik dari yang
lainnya. Seperti halnya seseorang yang mempunyai tinggi badan lebih tinggi dari
yang lainnya, bukan berarti orang yang lebih tinggi tersebut lebih baik dari
yang lebih rendah, sehingga ketika kita merasa down maka sebenarnya seseorang tidak perlu merasa bersalah atau
lebih "jelek" dibandingkan orang lain. Seseorang pada dasarnya
berbeda satu sama lain. Salah satu teman pernah mengatakan bahwa jangan
membandingkan sesuatu yang tidak sama atau sebanding. Jika membandingkan
sesuatu yang tidak sama atau sebanding, maka tidak ada yang harus dibandingkan
karena pada dasarnya sudah berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan. Jadi,
sebenarnya juga tidak ada salahnya jika pada saat tertentu merasa down yang lebih
parah atau lebih ringan dibandingkan orang lain.
Ketika kita bertemu orang yang lebih parah dari kita, maka
tidak ada salahnya jika berusaha untuk lebih mengerti dan memahami orang
tersebut, karena ketika kita dalam posisi mood
yang tidak baik, kita juga ingin orang lain mengerti dan memahami kita. Salah
satu cara yang dapat dilakukan misalnya dengan tidak men-judge dan meremehkan atau memberikan kesempatan untuk sendiri bagi
orang-orang yang lebih diam dan suka menyendiri atau menjadi pendengar yang
baik bagi orang-orang yang cenderung suka bercerita. Confucius pernah mengatakan
bahwa jangan melakukan hal yang kita tidak ingin orang lakukan kepada kita.
Oleh karena itu, ketika bertemu seseorang yang mengalami gangguan mood, kita dapat mempertanyakan apa yang
kita ingin orang lain lakukan kepadamu dan lakukan itu dan apa yang kita tidak
ingin orang lain lakukan kepadamu, maka jangan melakukan. Ketika kita melakukan
hal tersebut, bagi kita mungkin merupakan hal yang kecil, tetapi mungkin sangat
berguna atau berarti bagi orang lain. Ketika kita sendiri yang sekarang sedang
merasa down kita dapat mengingat
bahwa perasaan down tersebut hanya
bersifat sementara dan akan berlalu :)
Comments
Post a Comment