Beranikah Kamu Untuk Bermimpi?




Bermimpi, mungkin kata ini merupakan salah satu kata yang sering didengar sejak kecil. Sejak kecil, anak-anak sudah diajarkan untuk mempunyai mimpi atau cita-cita. Anak-anak biasanya diajarkan untuk mempunyai mimpi setinggi-tingginya. Oleh karena itu, banyak anak kecil mempunyai berbagai macam mimpi, bahkan terkadang mimpi mereka cenderung tidak masuk logika.

Akan tetapi, semakin bertambahnya usia maka kemampun berpikir seseorang juga semakin bertambah, sehingga mereka biasanya dapat mulai berpikir secara logis dan realistis. Mereka juga mulai mempunyai berbagai pengalaman, termasuk pengalaman kegagalan atau pengalaman mimpi yang tidak tercapai. Hal tersebut membuat mereka mulai menyadari bahwa mimpi tidak selalu seperti kenyataan dan mengurangi standar mimpi mereka sendiri, bahkan ada beberapa orang yang menjadi tidak berani atau tidak mau bermimpi karena takut mimpinya tidak tercapai atau gagal.

Ketika seseorang mempunyai mimpi tertentu, orang tersebut cenderung berharap bahwa mimpi tersebut tercapai. Ketika mimpi tersebut benar-benar tercapai, maka dapat memberikan kebahagiaan bagi seseorang, sebaliknya ketika seseorang sudah berharap namun harapan tersebut tidak tercapai, maka dapat membuat seseorang menjadi kecewa, marah, depresi, atau bahkan trauma untuk kembali bermimpi. sehingga banyak orang yang takut atau tidak berani untuk bermimpi.


Bagi beberapa orang, bermimpi bukan merupakan hal yang mudah bahkan menakutkan. Seseorang pernah berkata kepada saya bahwa lebih baik tidak bermimpi dan berharap karena biasanya tidak tercapai dan akan menyakitkan. Sebaliknya, jika tidak bermimpi atau berharap malah biasanya bisa mendapatkan hal yang diinginkan dan seandainya tidak tercapai juga tidak akan sesakit jika bermimpi.

Bermimpi itu memang dapat menyakitkan, namun itu diperlukan untuk mendorong seseorang semakin berusaha mencapainya. Berusaha mencapai mimpi, terutama mimpi yang besar bukan merupakan hal yang mudah, bahkan ketika kita seseorang mempunyai rasa percaya diri, minat, kemampuan, atau hal-hal lain yang mendukung bukan berarti mimpi tersebut dapat tercapai dengan mudahnya. Selama menjalani proses mencapai mimpi, tidak menutup kemungkinan bahwa jalan yang dilalui selalu lurus, biasanya ada saatnya jalan tersebut terasa jauh dan tidak selesai-selesai atau berkelok-kelok. Semakin besar mimpi yang ingin dicapai, maka kemungkinan semakin berat dan sulit jalan yang harus dilalui.

Saya teringat ada seseorang yang penah mengatakan bahwa jangan mempunyai mimpi setinggi langit, tetapi cukup mimpi setinggi kamar tidur. Maksudnya adalah agar mempunyai mimpi yang disesuaikan dengan realitas dan kemampuan, sehingga kemungkinan tercapainya lebih tinggi dan ketika jatuh tidak terlalu sakit. Sebaliknya, ada orang-orang yang juga mengajarkan untuk jangan takut bermimpi sebesar apapun mimpi tersebut, karena mimpi itu yang akan menjadi motivasi atau goal untuk terus maju. Tidak ada patokan benar atau salah mengenai seberapa besar mimpi yang ingin dicapai. Seberapa besar mimpi yang ingin dicapai berbeda-beda setiap orangnya dan disesuaikan dengan orangnya, namun setiap hal yang dipilih selalu mempunyai konsekuensinya. Seberapa besar impi yang ingin dicapai dapat disesuaikan dengan seberapa kuat kita (dapat) menanggung konsekuensi yang ada.

Walaupu begitu, langkah awal yang penting dilakukan bukan menentukan seberapa besar mimpi yang ingin dicapai, tetapi beranikah kita bermimpi? Banyak orang yang mempunyai keinginan, tetapi tidak berani bermimpi untuk mendapatkannya, apalagi berusaha mendapatkannya. Ketika seseorang ingin berusaha mendapatkan sesuatu, biasanya orang tersebut bermimpi untuk mendapatkannya. Jika seseorang bermimpi saja tidak berani, maka kemungkinan besar ia juga tidak berani untuk take action dan berjuang mencapai yang diinginkan, karena take action dan berjuang membutuhkan keberanian dan usaha yang lebih lagi dibandingkan bermimpi. Oleh karena itu, jangan takut untuk bermimpi karena bermimpi merupakan langkah awal untuk mencapai sesuatu.

Jika takut kecewa, maka seseorang dapat mempunyai mimpi-mimpi kecil terlebih dahulu yang lebih mudah dicapai dan ketika berhasil mencapainya jangan lupa untuk appreciate diri sendiri, puji, hargai diri sendiri, atau memberikan reward ke diri sendiri. Melakukan hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian, sehingga semakin lama semakin berani untuk bermimpi hal yang lebih besar. Ketika terjadi kegagalan, hibur diri sendiri dan jangan salahkan diri, namun belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik lagi dan terus berjuang. Jadi, apa mimpi kamu? Jika kamu belum tahu, apakah kamu memang belum menemukannya atau kamu takut untuk bermimpi? Selamat (mencoba) bermimpi dan berjuang :)

Referensi foto: https://id.pinterest.com/pin/811351689094691577/



Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)