Don't take something for granted
Minggu lalu, saya merasa bahwa hari saya berjalan seperti
biasanya, tidak ada hal yang spesial dari hari-hari tersebut. Saya hanya
menjalani rutinitas pada umumnya dengan terus memikirkan hal apa yang dapat
saya lakukan untuk mengisi hari saya supaya lebih berwarna. Akan tetapi,
beberapa hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari yang berjalan minggu lalu.
Beberapa hari yang lalu AC mobil saya tiba-tiba tidak menyala, sehingga saya
harus membawa mobil ke bengkel untuk diperbaiki. Dua hari yang lalu, saya baru
mengambil kembali mobil saya tersebut. Beberapa saat sebelum saya ke bengkel,
tiba-tiba hujan deras turun. Dalam perjalanan saya ke bengkel hingga
perjalanan pulang ke rumah, hujan masih terus menerus turun dengan derasnya,
sehingga jalanan menjadi banjir dan macet. Perjalanan yang seharusnya bisa
ditempuh dalam waktu kurang lebih setengah jam, menjadi satu setengah jam. Saat
itu, saya menyetir sambil terus berdoa agar saya dapat pulang dengan selamat,
hujan bisa berhenti, jalan yang saya lewati tidak banjir (karena saya tidak
tahu alternatif jalan lain), jalannya tidak macet lagi, dsb. Ketika saya
mendoakan hal tersebut, saya jadi berpikir bahwa seseorang terkadang tidak
terlalu menyadari berkat atau hal indah yang terjadi dalam hidup orang itu
sendiri sampai terjadi hal yang tidak menyenangkan.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, satu minggu lalu, saya
merasa bahwa hari saya biasa-biasa saja dan bahkan cenderung membosankan. Saya
cenderung menjalaninya hanya sebagai rutinitas dan merasa tidak ada hal spesial
yang terjadi, tetapi sebenarnya hari saya berjalan penuh dengan hal-hal yang
spesial. Ketika saya menyetir ditengah hujan dan berharap bahwa cuaca menjadi
cerah, saya jadi menyadari bahwa cuaca minggu lalu ternyata lebih baik dari
saat itu karena minggu lalu kebanyakan cuaca cerah. Saya jadi berpikir bahwa
ternyata cuaca yg terlihat biasa saja sebenarnya merupakan suatu hal yang baik,
mukjizat, atau bahkan berkat. Saat itu, saya juga berharap bahwa jalanan tidak
banjir, saya bersyukur dan senang jika mengetahui bahwa jalanan yang saya lewati
tidak banjir. Akan tetapi, sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang wajar dan
biasa terjadi ketika hari cerah.
Kita terkadang cenderung tidak menyadari hal baik yang terjadi
dalam hidup kita sampai hal yang tidak baik terjadi kepada kita, makanya ada
pepatah yang mengatakan bahwa penyesalan selalu datang terlambat. Kita baru
menyadari suatu hal berharga dalam hidup kita, ketika kita sudah kehilangan hal
tersebut. Ketika terjadi hal yang tidak menyenangkan dalam hidup, kita baru
menyadari bahwa sebenarnya apa yang telah didapat atau dipunya ternyata
merupakan suatu berkat atau mukjizat. Sebagai contoh, ketika sakit, kita jadi
berharap untuk sembuh dan menyadari bahwa kesehatan itu penting. Kita sering
kali merasa bahwa hal-hal biasa yang terjadi dalam hidup kita bukan merupakan
suatu yang spesial, melainkan hal yang memang biasa atau wajar untuk terjadi.
Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul Your
Best Life Now: 7 Steps to Living at Your Full Potential (2014) pernah
mengatakan bahwa jangan pernah merasa bahwa sesuatu yang kamu dapatkan
merupakan suatu hal yang wajar atau biasa terjadi (don’t take something for
granted). Ketika seseorang sering mendapatkan sesuatu atau merasakan
sesuatu, orang tersebut jadi merasa bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar
terjadi dalam kehidupannya atau mungkin ia layak untuk mendapatkan sesuatu
tersebut. Akan tetapi, apakah hal tersebut benar-benar merupakan hal yang wajar
terjadi atau hal yang layak untuk didapatkan? Ketika terbiasa tidur dengan
nyenyak, kita akan merasa bahwa tidur nyenyak merupakan hal yang biasa terjadi,
atau ketika kita bangun dari tidur kita besoknya, kita juga dapat merasa bahwa
hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. Hal tersebut memang mungkin hal
yang biasa terjadi bagi orang-orang yang selalu dapat tidur dengan nyenyak dan
selalu bangun tidur besoknya, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang
mengalami insomnia, pasien yang koma, atau yang menderita penyakit kritis? Bagi
mereka, mungkin dapat tidur dan/atau bangun dari tidur merupakan suatu anugerah
atau suatu berkat.
Artikel dan video yang terdapat diambil
dari halaman web dailymail.co.uk memperlihatkan bahwa
(keluarga) pasien kanker mempunyai impian atau harapan yang berbeda dari orang
yang sehat. Ketika orang-orang yang sehat ditanya tentang harapan mereka.
Kebanyakan dari mereka menjawab dapat membangun bisnis sendiri, diterima kerja, travelling,
dsb. Hal yang membuat mereka bahagia adalah ketika mereka bisa menjadi diri
mereka sendiri, bisa bersantai-santai, mendengarkan musik, dsb. Sedangkan,
ketika (keluarga) pasien kanker ditanya tentang harapan mereka, kebanyakan dari
mereka justru menjawab agar keluarganya sehat, tidak ada penyakit lagi di dunia
ini, dapat berjalan, dsb. Jawaban-jawaban tersebut cenderung berbeda dari jawaban
orang-orang yang sehat. Hal-hal yang membuat mereka bahagia juga cenderung
berbeda dengan jawaban orang sehat. Ada yang sudah merasa bahagia ketika bisa
bangun di pagi hari dan melihat saudara perempuannya baik-baik saja. Ada yang
dapat bersama keluarganya saja sudah merasa bahagia dan ada pula yang sudah
merasa bahagia hanya dengan dapat menikmati hal-hal kecil yang kadang tidak
berharga bagi orang lain.
Artikel dan video tersebut salah satu
contoh yang memperlihatkan bahwa segala sesuatu yang menurut kita wajar atau
biasa, belum tentu merupakan hal yang biasa bagi orang lain, bahkan mungkin
harapan orang lain. Mukjizat, berkat, atau anugerah tidak selalu dari hal-hal
yang besar. Hal-hal kecil yang biasa terjadi dalam hidup kita, juga dapat
merupakan mukjzat, berkat, atau anugerah. Kita juga sebenarnya bisa menjadi
berkat atau kebahagiaan bagi diri kita sendiri, asal kita selalu menikmati dan
mensyukuri segala hal (termasuk hal-hal kecil) dalam hidup kita. Jadi, apakah
harimu penuh berkat?
Referensi:
Davies, M. (2015, 20 Mei). The video that will change the way you look at life: Heartbreaking
humble requests of cancer patients who simply want to walk a few steps or feel
fresh air on their faces. Dibaca dari
dailymail.co.uk/health/article-3089369/The-video-change-way-look-life-Heartbreaking-humble-requests-cancer-patients-simply-want-walk-steps-feel-fresh-air-faces.html.
(5 Oktober 2016)
Osteen, J. 2014. Your best life
now: 7 steps to living at your full potential. New York: Warner Faith
Comments
Post a Comment