Menyepi dengan kesederhanaan
Sudah beberapa hari tidak menulis di blog ini. Beberapa hari ini sebenarnya digunakan untuk sedikit menarik diri dari kegiatan sehari-hari dan sedikit menyepi, yang ternyata tidak sepi-sepi amat, hahaha. Walaupun tidak berhasil menyepi yang benar-benar menyepi, tetapi tetap dapat lumayan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah terkadang kita perlu untuk menyepi atau menarik diri dari kegiatan sehari-hari.
Mungkin masih banyak orang yang berpikir bahwa menarik diri dari kegiatan sehari-hari adalah kegiatan yang membuang-buang waktu, terutama jika kegiatan tersebut mengharuskan seseorang untuk tidak melakukan apa pun. Akan tetapi, justru otak, jiwa, badan, pikiran, dsb perlu istirahat sejenak untuk dapat bekerja dengan baik. Ada pepatah yang mengatakan mengalah untuk menang, terkadang kita perlu "mengalah" dengan menarik diri kita dari masalah, kegiatan kita, dsb. Dengan menarik diri kita, justru mungkin dapat membuat kita semakin mengenal diri kita atau merefleksikan masalah kita dengan lebih jernih sehingga dapat menemukan jalan keluarnya. Mengambil istilah dari Stephen Covey bahwa untuk menjadi orang yang efektif, kita perlu untuk mengasah pisau kita (sharpen the saw). Jika kita terus menerus memaksa menggunakan diri kita sendiri maka suatu saat diri kita bisa menjadi "tumpul", bukannya dapat menyelesaikan masalah atau mengenal diri kita sendiri, kita malah bisa membuat masalahnya menjadi lebih rumit karena mengambil keputusan yang salah atau berbagai alasan yang lain.
Pelajaran berharga lainnya adalah semakin diingatkan bahwa terkadang kita bisa belajar banyak dari sesuatu yang sederhana, even mungkin sesuatu yang sederhana di sekeliling kita. Misalnya ketika kita sedang lupa membawa payung dan hari itu yang diprediksikan hujan ternyata tidak hujan, kita sudah belajar untuk bersyukur. Sebaliknya, ketika kita sudah mempersiapkan payung, tiba-tiba hari hujan, kita belajar tentang mempersiapkan diri dan bersyukur. Jika kita ingin menarik diri, kita juga tidak perlu sesuatu yang wah misalnya jalan-jalan keliling dunia atau ke luar negeri, dengan kita pergi ke tempat ibadah atau tempat baru dekat rumah, restoran baru, dsb, kita juga bisa recharge, refresh diri kita. Bukan masalah kuantitas atau tempatnya, tetapi masalah kualitas proses tersebut.
Jadi, jika sudah lama tidak recharge or refresh diri kita sendiri, kita boleh lho mulai merencanakan untuk menyepi dan beristirahat sejenak. Kita tidak perlu menunggu sampai sudah mumet atau stress. Kita dapat melakukan kegiatan ini sebelum sampai pada tahap tersebut. Kegiatan ini juga bagus jika dilakukan secara rutin lho! Selamat mencoba! :)
Comments
Post a Comment