Life = Game??

Setelah sekian lama "vakum" dari dunia blog, akhirnya muncul kembali dg judul baru..:) Sebenernya tidak berniat untuk ganti judul, tapi sptnya blog gw yang waktu itu sudah ditelan oleh bumi..=)) jadi..dengan sangat terpaksa membuat blog baru dg nama yang baru n tampilan yang baru..:)Hope you will like it...

welll.. seperti judul dari tulisan ini, sebenernya gw ingin membagikan sedikit pencerahan yang gw dapet dalam perjalanan pulang ke rumah dari kampus..Dalam perjalanan jalan kaki yang gw lakukan untuk sampai ke rumah, gw tiba2 mendapatkan ide, lebih tepatnya adalah munculnya kembali memory gw akan suatu ide yg uda lama gw pikirkan.. Ide tersebut adalah gw merasa bahwa sebenernya hidup t seperti game, terutama game OL yang tidak bisa di load, cuma bisa di save..Soo, u harus mengambil keputusan yang terbaik yang bisa u ambil, mengambil kesempatan yang ada, supaya ga keduluan orang, or menyesal di kemudian hari, begitu juga dalam kehidupan. Dalam game juga biasanya mempunyai berbagai karakter yang berbeda-beda, baik berbeda kelebihan, muka, dll, dan yang satu tidak sama dengan yang lain, begitu juga dengan kehidupan.

Selain itu, dalam game OL juga ada level2nya, biasanya butuh jmlh exp tertentu untuk bisa nae level..Tujuan orang maen game biasanya nae level, oleh karena itu mereka berusaha untuk ngumpulin exp.  Semakin nae level, semakin banyak juga exp yang dibutuhkan. Ada yang harus besusah payah untuk dpt expnya, smkin level tinggi semakin susah dapet expnya. Tapi, waktu kita sudah sampe level tinggi dan melihat musuh2 ato lawan swktu level kecil, biasanya c lawannya jadi cupu..:P. Semakin tinggi levelnya juga semakin banyak yang bisa dibeli atau dilakukan. Tp banyak juga tuntutan yang harus dilakukan. Sewaktu ngumpulin exp, ada aja yang bisa terjadi..yang kadang bikin seneng, sedih, marah, kesel, dll. Misalnya keduluan orang laen untuk membeli barang atau membunuh target yang kita mau, ketika cape2 buat darah lawan jadi kecil, orang laen yang bunuh, jadi expnya ke orang tersebut, tp bisa juga terjadi sebaliknya orang laen yang susah2 kita yang ambil expnya xP n banyak pula yang bisa terjadi..bahkan ketika lagi asik ato war ato ngumpulin exp, bisa juga tb2 inetnya jelek or putus..>,<Tapi walopun bgt, kita ttp berusaha ngumpulin exp. Ada waktu2 tertentu kita bosen maennya setelah sekian lama maen, biasanya c klo uda ga ada challenge lagi. Tapi ada waktu2 kita kangen ingin maen.

Begitu juga hidup, dalam hidup kita harus mengumpulkan "exp" supaya bisa nae "level". Begitu nae level, tantangan akan semakin berat, semakin banyak exp yang dibthkan, semakin susah dapet expnya. Tp ketika sudah sampe level tertentu, atau sudah melewatinya, ketika kita harus melakukan hal yg sudah kita lewati biasanya akan menajdi lebih mudah. Misalnya dulu waktu masih SD, saya (kita) merasa susah melakukan penjumlahan dan pengurangan, tp begitu kita melewatinya dan (sekarang) disuruh melakukan pengurangan penjumlahan anak sd lg, maka terlihat lbh mudah, bahkan terkadang berharap soal2 yang dihadapi pengurangan dan penjumlahan saja..Pernahkan merasakan itu?:)atau ktika berusaha payah untuk belajar berjalan, ketika sudah bisa, maka berjalan menjadi sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Tetapi, ketika sudah menguasai satu, ada aja hal baru yang harus dilakukan lagi yang lebih susah, misalnya berlari, melompat, perkalian, ato pembagian... tetapi walaupun kita tidak suka atau susah, itu lah hal yang dilakukan supaya bisa nae level.

Sewaktu "level" kita terus nae, maka semakin banyak hal yang bisa kita lakukan, Misalnya mempunyai HP, mengendarai sepeda roda dua, menyetir mobil, mempunyai anak, berkeluarga, dll. Semakin banyak yang dilakukan maka semakin besar juga tuntutannya.Tuntutan-tuntutan tersebut juga biasanya bentuk dari kepercayaan orang bagi kita.

Dalam menjalani tuntutan atau pencarian exp banyak hal yang bisa terjadi, belum pasti selalu berjalan dengan mulus. Misalnya bisa saja sewaktu sekolah, pekerjaan/ulangan kita dicontek oleh teman, padahal kita sudah bekerja susah payah untuk menyelesaikan tugas tersebut atau belajar keras untuk ulangan. Contoh lainnya, ketika sudah mau selesai pekerjaannya atau ketika sudah mau ujian, tiba2 komputer rusak, jadi data hilang atau kendaraan yang dipakai untuk pergi ujian tiba-tiba mogok dan akhirnya terlambat dan tidak boleh ikut ujian. Hal tersebut dapat membuat kita kesel, desperate, marah, dsb, akan tetapi kita tetep harus mengumpulkan exp klo tidak, maka tidak bisa nae level dan kita tidak bisa berbuat apa-apa akan hal itu. Terkadang kita menggunakan "cheat" supaya lebih mudah, akan tetapi terkadang "cheat" tidak bisa menyelesaikan masalah bahkan hanya menambah masalah, ato membuat kita menjadi cepat bosen.

Ada waktu2 tertentu kita akan merasa bosen dengan kehidupan, terutama ketika merasa bahwa hidupnya terasa mulus saja atau spt garis lurus, oleh karena itu terkadang kita juga memerlukan challenge dalam hidup agar tidak merasa bosen, challenge tersebut juga diharapkan sesuai dengan kita, tidak terlalu mudah atau sulit. Biasanya challenge dalam game juga disesuaikan dengan level kita oleh pembuatnya, begitu juga dengan Pembuat kita.:) hanya terkadang kita mau berusaha atau cukup PD tidak untuk bisa menyelesaikannya..:)

Tidak hanya terdapat persamaan tetapi juga terdapat perbedaan. Perbedaan yang mendasar adalah dalam game biasanya kalau kita kalah atau mati, kita bisa hidup kembali atau mengulang permainan kembali dg karakter yg sama or berbeda. Tetapi, tidak begitu dalam hidup. Ada game2 yang bisa disave ato di load, tidak dalam kehidupan. Kehidupan terus maju ke depan. Dalam game, ketika kita bosen, kita dapat berhenti, atau mencari permainan yang baru. Jika sudah kangen, bisa saja bermain lagi. Boleh memilih kapan harus berhenti. Tetapi, tidak begitu dalam kehidupan, ketika sudah bosen dengan hidup, kita harus tetap "bermain: hingga DiAtas yang menentukan boleh atau tidak, bahkan orang yang sudah berusaha untuk mengakhirinya kadang berhasil kadang tidak. Ketika sudah "bosen" dan mengakhirinya, tidak bisa kembali lagi bermain dengan karakter yang sama/berbeda, semuanya bukan kita yang menentukan. Terakhir, ada beberapa game yang levelnya terbatas, akan tetapi dalam kehidupan "level"nya tidak terbatas. Maka itu, kita diminta untuk terus berusaha mencari exp untuk dapat naik level terus menerus. Itulah yang membedakan kehidupan dengan Game..

Oleh karena itu, hargailah kesempatan yang diberikan, termasuk kesempatan untuk hidup, Jangan sampai karena sedih sesaat atau bosan sesaat menjadi penyesalan yang tiada akhir, bagi orang lain ataupun diri sendiri. Jalani semuanya step by step.:) Masih banyak "exp" yang harus dikumpulkan supaya dapat terus menerus nae level. Selalu akan ada challenge dalam hidup, tpi itu justru yang membuat hidup jadi lebih berwarna..:D. Why can we enjoy playing game but can't enjoy "playing" the life "game"?:)

Terakhir, bagaimana menurut kalian?
Apakah kalian juga merasakan hal yang sama atau mempunyai pendapat yang sama ttg game dan kehidupan ini?? Semoga tulisan ini dapat berguna..:D

Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Terima Kasih Tubuh

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)