Keluar dari Rasa Nyaman dan Mencoba Ketidakpastian
Salah satu hal yang membuat seseorang tidak berani untuk memulai atau mencoba adalah rasa nyaman. Seseorang yang sudah nyaman dengan kondisinya sekarang cenderung menjadi takut untuk mencoba situasi yang baru, karena situasi baru tersebut cenderung tidak pasti atau tidak jelas. Banyak orang cenderung lebih menyukai sesuatu yang sudah pasti atau jelas, walaupun belum tentu situasi yang pasti itu merupakan situasi yang menyenangkan, misalnya dalam pekerjaan yang penuh dengan tekanan hingga merusak kesehatan.
Manusia mempunyai kemampuan beradaptasi.
Ketika seseorang berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, maka orang
tersebut akan berusaha untuk beradaptasi terhadap situasi tersebut. Mereka
berusaha untuk membuat dirinya “nyaman” karena hal tersebut, sehingga walaupun
hal tersebut merupakan hal yang tidak menyenangkan mereka enggan untuk keluar
dalam kondisi tidak menyenangkan tersebut karena sudah merasa nyaman atau
terbiasa. Banyak orang yang lebih berusaha untuk membuat diri “nyaman” terhadap
situasi yang memang sudah pasti dibandingkan mencoba sesuatu yang baru yang mungkin
dapat membuat mereka merasa tidak nyaman. Hal tersebut dapat menjadi racun atau
bumerang bagi diri kita sendiri.
Beberapa waktu yang lalu saya menonton
sebuah video mengenai katak hidup yang dimasak dipanci yang berisi air yang
sedang dimasak. Ketika dimasukkan ke dalam panci tersebut, sang katak tidak
berusaha untuk keluar. Ketika air sudah mulai menghangat, sang katak
berusaha untuk beradaptasi dengan situasi tersebut. Ia berusaha untuk merasa
nyaman dengan menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu dan tidak berusaha
keluar, namun air tersebut semakin lama semakin bertambah suhunya hingga
katak tersebut tidak dapat lagi beradaptasi. Ketika hal tersebut terjadi, katak
tersebut tidak lagi mempunyai tenaga untuk keluar karena tenaganya digunakan
untuk berusaha beradaptasi dan membuat dirinya nyaman dan akhirnya membuat
katak tersebut mati.
Ketika menonton video tersebut, beberapa
orang mungkin merasa bahwa katak tersebut bodoh karena tidak berusaha keluar
ketika mempunyai kesempatan, namun hal tersebut juga terjadi dalam diri
manusia. Tidak sedikit manusia memilih untuk beradaptasi dan berusaha membuat
diri nyaman dalam situasi yang tidak menyenangkan bukan berusaha
menyelesaikannya atau keluar dari situasi tersebut, sehingga situasi yang
sudah semakin “nyaman”, membuat orang tersebut semakin susah untuk keluar atau
menyelesaikan situasinya. Banyak dari orang-orang tersebut yang memilih untuk tetap
berada dalam situasi tersebut walaupun situasi tersebut toxic atau tidak
sehat, misalnya memilih berada dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan,
sehingga mereka merusak, menyakiti, atau bahkan “mematikan” diri mereka
sendiri. Mereka akan kesulitan merasakan emosi serta diri mereka sendiri
apalagi menunjukkan diri mereka sendiri.
Oleh karena itu, rasa nyaman bukan selalu
hal yang baik dan menyehatkan. Manusia dapat berusaha untuk membuat diri merasa
nyaman akan sesuatu. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan merupakan bentuk
pertahanan diri seseorang, namun ketika seseorang berada dalam rasa nyaman yang
terus menerus dan berlebihan juga dapat menjadi racun bahkan merusak diri
sendiri, sehingga seseorang perlu berani berubah dan keluar dari rasa nyaman
tersebut.
Referensi gambar: https://www.google.com/search?q=breakthrough+cartoon+holding+hammer&tbm=isch&ved=2ahUKEwjSqabD_4HqAhWaGHIKHVXbAwsQ2-cCegQIABAA&oq=breakthrough+cartoon+holding+hammer&gs_lcp=CgNpbWcQAzoECAAQHlDMhQhYgZwIYMSdCGgAcAB4AIABN4gBsAWSAQIxNZgBAKABAaoBC2d3cy13aXotaW1n&sclient=img&ei=lXTmXpKLDJqxyAPVto9Y&bih=673&biw=1249&hl=en&hl=en#imgrc=H5phtnGUYHpuwM

Comments
Post a Comment