Menyenangkan Belum Tentu Baik


Tidak sedikit orang berharap bahwa hidup mereka selalu dipenuhi hal-hal yang menyenangkan. Tidak sedikit juga dari mereka merasa bahwa hidup yang membahagiakan atau diberkati adalah hidup yang selalu dipenuhi hal-hal yang menyenangkan. Setiap orang mempunyai pandangannya sendiri mengenai hal-hal yang menyenangkan, namun banyak orang menganggap bahwa sesuatu yang menyenangkan adalah jika hal yang diinginkannya dapat tercapai atau terkabul.

Hal yang diinginkan oleh orang-orang biasanya merupakan hal yang menurut mereka atau menurut kebanyakan orang enak.  Hal-hal yang menurut kebanyakan orang enak dan tidak menyakitkan tersebut sering diasosiasikan dengan hal yang menyenangkan atau membahagiakan. Salah satu contohnya adalah ketika mempunyai uang banyak, mempunyai pasangan yang ganteng atau cantik serta kaya, ketika bisa menghasilkan banyak uang tanpa harus bekerja keras, dan sebagainya.

Banyak orang juga mempunyai kecenderungan mengharapkan sesuatu yang tidak dimiliki, seolah-olah hal yang tidak dimilikinya pasti merupakan yang menyenangkan. Ada ungkapan yang mencerminkan kecenderungan tersebut yaitu rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Tidak sedikit orang yang membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain. Ketika melihat seseorang mempunyai sesuatu yang tidak kita miliki, kadang membuat kita merasa orang tersebut mempunyai hidup yang lebih baik dari kita.

Tapi.. Benarkah segala sesuatu yang (terlihat) baik dan menyenangkan selalu baik dan menyenangkan?

Pada saat artikel ini sedang ditulis, berita-berita sedang ramai menceritakan kasus salah satu pesawat jatuh ketika sedang dalam perjalanan. Di tengah banyaknya berita yang beredar, ada salah satu artikel berita yang menceritakan tentang pengalaman salah seorang bapak yang seharusnya menjadi salah satu penumpang pesawat tersebut, namun karena jalanan macet membuatnya terlambat sampai ke bandara sehingga ketinggalan pesawat. Hal tersebut membuatnya harus membeli tiket pesawat yang baru.

Jika dilihat secara sekilas, pada saat itu mungkin banyak orang merasa bahwa bapak tersebut mengalami hal yang tidak menyenangkan atau merugikan. Ia harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli tiket pesawat yang baru. Akan tetapi, sebaliknya bapak tersebut justru mengalami keberuntungan. Ia memang harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli tiket pesawat yang baru karena ketinggalan pesawat, namun karena ketinggalan pesawat juga, ia selamat dari kecelakaan pesawat.

Salah satu contoh tersebut memperlihatkan bahwa segala sesuatu yang menyenangkan belum tentu merupakan hal yang baik dan hal yang tidak menyenangkan belum tentu merupakan hal yang tidak baik. Ketika melihat ulat menjadi kepompong, mungkin akan terlihat lebih baik menjadi ulat yang bisa berjalan-jalan dibandingkan kepompong yang hanya diam. Terkadang ada beberapa orang atau anak-anak yang berusaha membantu membuka kepompong agar dapat segera menjadi kupu-kupu, namun hal tersebut justru dapat membuat kepompong tersebut tidak bisa menjadi kupu-kupu atau cenderung cacat.

Dalam kehidupan seekor burung rajawali, ada satu saat burung rajawali tersebut harus mengalami fase yang menyakitkan. Ia harus berusaha mematuk-matuk paruhnya sendiri, mencabut bulunya serta kuku-kukunya. Ketika berada dalam fase tersebut, kemungkinan burung tersebut akan mengalami hal yang menyakitkan (tidak menyenangkan). Pada saat melihat hal tersebut, kita juga mungkin kasihan terhadap burung tersebut. Akan tetapi, dengan melakukan hal tersebut justru dapat membuat burung menjadi lebih kuat dan dapat bertahan hidup lebih lama.

Beberapa contoh di atas memang tidak dapat membuktikan bahwa segala sesuatu yang (terlihat) tidak menyenangkan selalu merupakan hal yang baik. Akan tetapi, beberapa contoh di atas dapat memperlihatkan bahwa sesuatu yang (terlihat)  tidak menyenangkan belum tentu merupakan sesuatu yang tidak baik. Baik atau tidaknya suatu hal juga dapat dipengaruhi oleh persepsi masing-masing orang. Walaupun begitu, seseorang pasti akan mengalami naik turun dalam kehidupan dan mengalami berbagai peristiwa baik yang menyenangkan atau tidak. Akan tetapi, hasil akhir dari peristiwa tersebut tidak ada yang mengetahui pasti. Baik buruknya suatu peristiwa atau kejadian terkadang hanya dapat diketahui hingga peristiwa atau kejadian tersebut sudah lewat.

Oleh karena itu, terkadang kita harus belajar untuk menikmati setiap peristiwa atau proses yang sedang dialami, karena tidak ada yang mengetahui maksud dari hal tersebut terjadi. Kita juga belum tentu mempunyai kesempatan  lagi untuk mengalami hal yang sama. Ketika berusaha menikmati dan melewatinya dengan maksimal, maka kemungkinan mendapat hal yang maksimal juga lebih besar, sehingga bisa mengurangi penyesalan di kemudian akhir. After all, these too shall pass.. Selamat berjuang:)

Comments

Popular posts from this blog

Hari Ini Adalah Hadiah yang Harus Dinikmati

Langkah Selanjutnya Setelah Mengambil Keputusan (Part 1)

Terima Kasih Tubuh